Jumat, 28 November 2014

LAHIRNYA REPUBLIK INDONESIA SERIKAT RIS


Dengan diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia pada tgl. 17 Agustus 1945 maka berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke. Peristiwa tersebut merupakan kulminasi puluhan/ratusan tahun perjuangan rakyat Indonesia yang selalu mengalami kegagalan, karena politik devide et impera-nya kolonialisme Belanda.  Ide persatuan dalam melawan kolonialisme Belanda yang didengung-dengungkan oleh para founding fathers (terutama oleh Bung Karno dalam semua tulisan-tulisannya dan pidato-pidatonya) telah memberi spirit dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Ide persatuan inilah yang menelorkan Sumpah Pemuda, Pancasila dan akhirnya Negara Republik Indonesia dengan bentuk Negara Kesatuan, yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke. Jelaslah terbentuknya negara kesatuan mempunyai korelasi yang mendasar dan murni tanpa direka-reka, bukan artifisial, sebab lahir secara alamiah dari perjuangan pembebasan nasional melawan kolonialisme Belanda.

ORGANISASI PEMUDA DAN WANITA INDONESIA DI ZAMAN KEMERDEKAAN


Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah Tri Koro Dharmo. Organisasi ini berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta atas petunjuk Budi Utomo. Diprakarsai oleh dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Sunardi. Mereka mufakat untuk mendirikan organisasi kepemudaan yang anggotanya berasal dari siswa sekolah menengah di Jawa dan Madura. Perkumpulan ini diberi nama Tri Koro Dharmo yang berarti tiga tujuan mulia (sakti, budhi, bakti). Dalam perkembangannya, Tri Koro Dharmo membuka cabang di Surabaya. Dalam rangka mengefektifkan perjuangan, diterbitkan sebuah majalah yang juga diberi nama Tri Koro Dharmo. Berikut ini tujuan Tri Koro Dharmo secara nyata dalam anggaran dasarnya.

ORGANISASI KEAGAMAAN DI ZAMAN KEMERDEKAAN INDONESIA


Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan. Muhammadiyah berarti umat Muhammad atau pengikut Muhammad. Dengan nama ini memiliki harapan dapat mencontoh segala jejak perjuangan dan pengabdian Nabi Muhammad. Tujuan yang ingin dicapai adalah Memajukan pengajaran berdasarkan agama Islam, dan Memupuk keimanan dan ketaqwaan para anggotanya. Dalam rangka mencapai tujuan itu, Muhammadiyah melakukan beberapa upaya berikut.

GABUNGAN POLITIK INDONESIA GAPI


Pada tanggal 15 Juli 1936, partai-partai politik dengan dipelopori oleh Sutardjo Kartohadikusumo mengajukan usul atau petisi, yaitu permohonan supaya diselenggarakan suatu musyawarah antara wakil-wakil Indonesia dan negara Belanda di mana anggotanya mempunyai hak yang sama. Tujuannya adalah untuk menyusun suatu rencana pemberian kepada Indonesia suatu pemerintah yang berdiri sendiri. Namun usul tersebut ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda. Adanya kekecewaan terhadap keputusan pemerintah Belanda tersebut, atas prakarsa Moh. Husni Thamrin pada tanggal 21 Mei 1939, dibentuklah Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Berikut ini ada beberapa alasan yang mendorong terbentuknya Gapi :
Ø  Kegagalan petisi Sutarjo. Petisi ini berisi permohonan agar diadakan musyawarah antara wakil-wakil Indonesia dan Belanda. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia diberi pemerintahan yang berdiri sendiri.
Ø  Kepentingan internasional akibat timbulnya fasisme.
Ø  Sikap pemerintah yang kurang memerhatikan kepentingan bangsa Indonesia.
Ø  Tujuan Gapi adalah menuntut pemerintah Belanda agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri, sehingga Gapi mempunyai semboyan Indonesia Berparlemen. Tuntutan Indonesia Berparlemen terus diperjuangkan dengan gigih. Akhirnya pemerintah Belanda membentuk

komisi yang dikenal dengan nama Komisi Visman karena diketuai oleh Dr. F.H.Visman. Tugas komisi ini adalah menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan. Namun, setelah melakukan penelitian, Komisi Visman mengeluarkan kesimpulan yang mengecewakan bangsa Indonesia. Menurut komisi tersebut, sebagian besar rakyat Indonesia berkeinginan hidup dalam ikatan Kerajaan Belanda. Gapi menolak keputusan tersebut, sebab dianggap hanya rekayasa Belanda dan bertentangan dengan keinginan rakyat Indonesia.

PARTAI INDONESIA PARTINDO

Ketika Ir. Soekarno yang menjadi tokoh dalam PNI ditangkap pada tahun 1929, maka PNI pecah menjadi dua yaitu Partindo dan PNI Baru. Partindo didirikan oleh Sartono pada tahun 1929. Sejak awal berdirinya Partindo memiliki banyak anggota dan terjun dalam aksi-aksi politik menuju Indonesia Merdeka. Dasar Partindo sama dengan PNI yaitu nasional. Tujuannya adalah mencapai Indonesia merdeka. Asasnya pun juga sama yaitu self help dan nonkooperasi. Partindo semakin kuat setelah Ir. Soekarno bergabung ke dalamnya pada tahun 1932, setelah dibebaskan dari penjara. Namun, karena kegiatan-kegiatannya yang sangat radikal menyebabkan pemerintah melakukan pengawasan yang cukup ketat. Karena tidak bisa berkembang, maka tahun 1936 Partindo bubar.

PARTAI INDONESIA RAYA PERINDO


Perjuangan radikal yang dilakukan oleh PKI, PI, dan PNI mulai berakhir ketika pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan terhadap sejumlah tokoh PNI. Di samping itu pemerintah kolonial di bawah Gubernur Jenderal de Jonge melakukan pengawasan yang ketat terhadap organisasi-organisasi yang ada pada masa itu. Melihat kondisi tersebut, para tokoh pergerakan mengubah garis perjuangannya. Dari yang semula radikal dan nonkooperasi menjadi moderat dan kooperasi dengan menempatkan wakilnya dalam volksraad. Salah satu organisasi yang bersifat moderat adalah Partai Indonesia Raya (Parindra). Parindra didirikan di kota Solo oleh dr. Sutomo pada tanggal 26 Desember 1935. Parindra merupakan fusi dan Budi Utomo dan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya.

PARTAI NASIONAL INDONESIA PNI


Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut :

PERHIMPUNAN INDONESIA PI


Pada tahun 1908 di Belanda berdiri sebuah organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Pelopor pembentukan organisasi ini adalah Sutan Kasayangan Soripada dan RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain yang terlibat dalam organisasi ini adalah R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto, Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat), dan Brentel. Tujuan dibentuknya Indische Vereeniging adalah untuk memajukan kepentingan bersama dari orang-orang yang berasal dari Indonesia. Kedatangan tokoh-tokoh Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, sangat mempengaruhi perkembangan Indische Vereeniging. Masuk konsep “Hindia Bebas” dari Belanda, dalam pembentukan negara Hindia yang diperintah oleh rakyatnya sendiri.

PARTAI KOMUNIS INDONESIA PKI


Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Berdirinya PKI tidak terlepas dari ajaran Marxis yang dibawa oleh Sneevliet. Ia bersama teman-temannya seperti Brandsteder, H.W Dekker, dan P. Bergsma, mendirikan Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang pada tanggal 4 Mei 1914. Tokoh-tokoh Indonesia yang bergabung dalam ISDV antara lain Darsono, Semaun, Alimin, dan lain-lain. PKI terus berupaya mendapatkan pengaruh dalam masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya adalah melakukan infiltrasi dalam tubuh Sarekat Islam. Infiltrasi dapat dengan mudah dilakukan karena ada beberapa faktor berikut.

INDISCHE PARTIJ ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA


IP didirikan pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh tokoh Tiga Serangkai, yaitu E.F.E Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Pendirian IP ini dimaksudkan untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.

SAREKAT ISLAM ORGANISASI PERGERAKAN NASIONALISME INDONESIA


Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat Islam).

BUDI UTOMO ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA

Pada tahun 1906 Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo, merintis mengadakan kampanye menghimpun dana pelajar (Studie Fund) di kalangan priyayi di Pulau Jawa. Upaya dr. Wahidin ini bertujuan untuk meningkatkan martabat rakyat dan membantu para pelajar yang kekurangan dana. Dari kampanye tersebut akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo dengan ketuanya Dr. Sutomo. Organisasi Budi Utomo artinya usaha mulia. Pada mulanya Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak.

PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang. Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomomembicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan.

KOLONISASI VOC (BELANDA)

Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit.Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.

MASUKNYA BANGSA ASING KE INDONESIA

 Masuk Dan Berkembangnya Kekuasaan Bangsa Portugis Di Indonesia
Masuknya :
Alfonso de Albuquerque, menyerang Malaka dan berhasil menguasainya pada tahun 1511, dimana Malaka saat itu diperkirakan memiliki banyak kekayaan berupa rempah-rempah. Di bawah pimpinan Francisco Serro sampai di Maluku pada tahun 1512 tepatnya di ternate setelah sebelumnya singgah terlebih dahulu di Gresik dan Banda. Portugis mampu menguasai Maluku dikarenakan jasanya membantu Ternate mengalahkan Tidore.

ZAMAN KERAJAAN MAJAPAHIT

Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kekuasaan Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai kerajaan-kerajaan lain disemenanjung Malaya Borneo Sumatra Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Kekuasaan terbentang di Sumatra Semenanjung Malaya Borneo hingga Indonesia timur meskipun wilayah kekuasaan masih diperdebatkan.

Kamis, 27 November 2014

PENGERTIAN PAJAK

1.     Pengertian Pajak
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum.

Hubungan entrepreneur dengan opportunity

Opportunity merupakan peluang atau kesempatan, maka dalam menjalankan usahanya seorang entrepreneur harus pandai melihat tren bisnis yang sedang atau akan berkembang, mampu mengindentifikasi  sumber-sumber  potensial peluang bisnis yang merupakan upaya awal wirausahawan untuk dapat masuk ke pasar  Dengan  kegiatan  indentifikasi  ini,  wirausahawan  akan  dapat mengetahui  tinggkat  persaingan,  strategi  industri,  tujuan  pesaing,  menilai  kekuatan  dan kelemahan  pesaing , dan  mengestimasi  pola  persaingan.

PENENTUAN BIMBINGAN / METODE PEMBELAJARAN YANG TEPAT

Semua bimbingan / metode belajar diatas adalah berbagai macam yang bisa digunakan untuk mengatasi siswa yang mengalami kesulitan belajar, serta bimbingan yang dilakukan oleh guru yang tepat untuk pembelajaran dengan mengenal karekter siswa. Penentuan metodenya harus berlaku secara umum meskipun setiap siswa berbeda.

LANGKAH BIMBINGAN / METODE BELAJAR

Bimbingan belajar merupakan upaya guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Secara umum, prosedur bimbingan belajar dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut

KESULITAN BELAJAR

Dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakterisktik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.

MENGENAL KARAKTER SISWA

Dalam pembelajaran, terdapat karakter-karakter siswa yang jauh lebih beragam. Siswa memang secara alamiah memiliki karakteristik yang berbeda. Dan ragam karakteristik ini ternyata mempengaruhi bagaimana hasil implementasi desain pembelajaran yang telah drancang oleh guru. Oleh karenanya mengenal karakteristik siswa sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Dengan mengenal karakteristik siswa, maka dapat diketahui kualitas perseorangan dan menjadi petunjuk dalam mengelola strategi pembelajaran. Penyusunan rancangan pembelajaran selain mempertimbangkan teori belajar juga semestinya memperhatikan karakteristik siswa yang akan menjadi sasarannya.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN UJIAN NASIONAL DALAM WAWASAN NUSANTARA

WAWASAN NUSANTARA

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

PENGAJARAN BERFIKIR DALAM PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL

Menurut John Dewey, jika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, maka ia menghendaki adanya suatu jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian dia akan menggunakan kemampuan otak untuk memecahkan itu dengan jalan memanfaatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan. Maka proses itu dinamakan dengan berfikir. Kegiatan berfikir meliputi proses:
·         Menentukan hukum sebab akibat
·         Pemberian makna terhadap sesuatu yang baru
·         Mendeteksi keteraturan diantara fenomena yang ada
·         Penentuan kualifikasi
·         Menemukan ciri khas suatu fenomena
Pengajaran pendidikan ilmu sosial dapat dilakukan dengan studi kasus, isu-isu kontroversial, serta konsep.

Saran dan Solusi Larangan Kendaraan Roda Dua Melintasi Jalanan Utama DKI Jakarta

Saran dan Solusi
Menurut saya kebijakan membatasi kendaraan roda dua di DKI Jakarta sangat bagus di terapkan untuk menanggulangi kemacetan. Melalui pandangan kasat mata pun tampak begitu banyaknya pengguna kendaraan roda dua yang melintasi jalanan DKI Jakarta. Sebaiknya pemerintah provinsi DKI Jakarta tidak serta merta hanya mengeluarkan kebijakan untuk melarang kendaraan roda dua melewati jalanan utama di DKI Jakarta namun juga memberikan kebijakan pendamping atau hal-hal yang dapat disiapkan agar kebijakan larangan tersebut tidak terlalu membebani warga masyarakat DKI Jakarta. Kebijakan atau hal-hal lain yang perlu diperhatikan dan di lakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta antara lain yaitu dengan :

Analisis Larangan Kendaraan Roda Dua Melintasi Jalanan Utama di DKI Jakarta

A.     Analisis

Kemacetan memang menjadi masalah terbesar bagi DKI Jakarta. Bahkan hampir seluruh warga DKI Jakarta menghabiskan banyak waktunya di jalanan hanya untuk menembus kemacetan yang panjang. Hal itu mengakibatkan ketidak efektifan dan tidak efisienya penggunaan waktu bagi warga DKI Jakarta. Maka dari itu pemprov Jakarta diharapkan cepan dan tanggap dalam penyelesaian masalah kemacetan di DKI Jakarta.
Banyak usaha yang di lakukakan Pemprov DKI Jakarta untuk menyelesaikan masalah kemacetan di DKI Jakarta. Salah satunya yaitu kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor di Jalan-jalan utama DKI Jakarta. Kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang melarang kendaraan roda dua melintasi jalan Merdeka Barat – Hotel Indonesia termasuk jalan utama Bundaran Hotel Indonesia dianggap kebijakan yang tidak populer bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kemacetan di DKI Jakarta.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh pemprov DKI Jakarta banyak indikator yang mengakibatkan terjadinya kemacetan di DKI jakarta, indikator yang menyebabkan terjadi kemacetan di DKI Jakarta antara lain merebaknya parkir liar, kurang efektifnya penggunaan transportasi masal, peledekan penduduk yang tak teratasi,  membengkaknya tingkat pengguna kendaraan bermotor di jalanan DKI Jakarta, dan masih banyak lagi.
Pada kasus ini pemerintah DKI Jakarta beranggapan bahwa banyaknya pengguna kendaraan roda dua yang berlalu-lalang di DKI Jakarta yang menjadi penyebab utama kemacetan di DKI Jakarta. Harga kendaraan roda dua yang cenderung murah dan sarat kredit yang begitu amat sangat mudah untuk memiliki kendaraan roda dua ini mengakibatkan banyak warga yang memilih kendaraan roda dua sebagai kendaraan pribadinya. Bahkan banyak keluarga yang memiliki lebih dari 3 kendaraan roda dua di dalam keluarga tersebut. Dengan kepemilikan kendaraan yang sangat tinggi tersebut mengakibatkan banyak pula kendaraan yang berlalu-lalang di DKI Jakarta sehingga terjadilah kemacetan.

Sejarah Desa Genting (Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah Indonesia)

Pada awalnya desa genting kecamatan cepogo ini merupakan basis pemukiman penduduk umat Hindu. Walau letak desa cenderung dekat dengan candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah umat Budha, namun pengaruh Hindu dari daerah prambanan lebih besar ada di desa Genting ini. Hal ini di buktikan dengan adanya bangunan-bangunan berupa batu dan candi yang kental dengan suasana Hindu di daerah dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Walau banyak peninggalan Hindu di daerah Desa Genting, kini mayoritas penduduk Desa Genting beragama Islam karena mendapat pengaruh yang besar saat penyebaran agama Islam di Jawa pada Zaman Wali Songo.

Analisis Ide Produk PT. Kao Indonesia ( Sabun Cair Biore )

A.    IDE PRODUK

Sejarah Berdirinya Kao di Indonesia
Pada tahun 1887 Mr. Tomiro Nagase mendirikan Nagase shoten yang menjual bermacam-macam barang di Jepang. Pada awalnya Mr. Tomiro Nagase bersama perusahaanya hanya menjual barang saja bukan memproduksi barang. Hingga pada tahun 1890 Nagase Shoten mulai mencoba memproduksi sabun ekslusif Kao Sekken yang menjadi produk pertama bagi Nagase Sekken.

Menulis Kelebihan dan Kekurangan diri sendiri

Kelebihan saya
            Saya merupakan orang yang mudah bergaul. Saya mudah beradaptasi dengan segala hal yang ada disekitar saya. Kepercayaan diri saya yang tinggi dan pintar dalam berbicara membuat saya menjadi mudah untuk diterima oleh orang di sekitar saya. Saya orang yang menyukai tantangan. Hal-hal yang baru mampu memacu diri saya untuk selalu menuruti rasa keinginan tahu saya sehingga dapat merangsang kreatifitas saya untuk melahirkan inisiatif-inisiatif dalam pemecahan masalah yang akan dilalui. Saya merupakan orang yang suka terlibat langsung dalam suatu hal dan berada di belakang layar  dari pada hanya menjadi penonton saja.
Kelemahan saya

Menulis Profil Tentang Diri Sendiri


Tentang diri saya     
Nama saya Ananda Doni Wahyu Prakoso. Saya lahir di Surakarta pada tanggal 16 November 1991. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Tempat tinggal saya ada di Jalan Sukun 2, Karangasem, Laweyan, Surakara. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret Surakarta jurusan Pendidikan Ekonomi. Saya pernah bersekolah di SD N Kleco 2 Surakarta, SMP N 9 Surakarta, SMA N 4 Surakarta, dan sempat mengenyam pendidikan tinggi di Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Sebelas Maret Surakarta Sebelum pindah ke Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.