Dengan
diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia pada tgl. 17 Agustus 1945 maka
berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwilayah dari Sabang
sampai Merauke. Peristiwa tersebut merupakan kulminasi puluhan/ratusan tahun
perjuangan rakyat Indonesia yang selalu mengalami kegagalan, karena politik
devide et impera-nya kolonialisme Belanda.
Ide persatuan dalam melawan kolonialisme Belanda yang
didengung-dengungkan oleh para founding fathers (terutama oleh Bung Karno dalam
semua tulisan-tulisannya dan pidato-pidatonya) telah memberi spirit dalam
perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Ide persatuan inilah yang menelorkan
Sumpah Pemuda, Pancasila dan akhirnya Negara Republik Indonesia dengan bentuk
Negara Kesatuan, yang berwilayah dari Sabang sampai Merauke. Jelaslah
terbentuknya negara kesatuan mempunyai korelasi yang mendasar dan murni tanpa
direka-reka, bukan artifisial, sebab lahir secara alamiah dari perjuangan
pembebasan nasional melawan kolonialisme Belanda.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 November 2014
ORGANISASI PEMUDA DAN WANITA INDONESIA DI ZAMAN KEMERDEKAAN
Perkumpulan pemuda yang pertama berdiri adalah Tri Koro
Dharmo. Organisasi ini berdiri pada tanggal 7 Maret 1915 di Jakarta atas
petunjuk Budi Utomo. Diprakarsai oleh dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan
Sunardi. Mereka mufakat untuk mendirikan organisasi kepemudaan yang anggotanya
berasal dari siswa sekolah menengah di Jawa dan Madura. Perkumpulan ini diberi
nama Tri Koro Dharmo yang berarti tiga tujuan mulia (sakti, budhi, bakti).
Dalam perkembangannya, Tri Koro Dharmo membuka cabang di Surabaya. Dalam rangka
mengefektifkan perjuangan, diterbitkan sebuah majalah yang juga diberi nama Tri
Koro Dharmo. Berikut ini tujuan Tri Koro Dharmo
secara nyata
dalam anggaran dasarnya.
ORGANISASI KEAGAMAAN DI ZAMAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Muhammadiyah adalah organisasi Islam
modern yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H.
Ahmad Dahlan. Muhammadiyah berarti umat Muhammad atau pengikut Muhammad. Dengan
nama ini memiliki harapan dapat mencontoh segala jejak perjuangan dan
pengabdian Nabi Muhammad. Tujuan yang ingin dicapai adalah Memajukan pengajaran
berdasarkan agama Islam, dan Memupuk keimanan dan ketaqwaan para anggotanya. Dalam
rangka mencapai tujuan itu, Muhammadiyah melakukan beberapa upaya berikut.
GABUNGAN POLITIK INDONESIA GAPI
Pada tanggal 15 Juli 1936, partai-partai
politik dengan dipelopori oleh Sutardjo Kartohadikusumo mengajukan usul atau
petisi, yaitu permohonan supaya diselenggarakan suatu musyawarah antara
wakil-wakil Indonesia dan negara Belanda di mana anggotanya mempunyai hak yang
sama. Tujuannya adalah untuk menyusun suatu rencana pemberian kepada Indonesia
suatu pemerintah yang berdiri sendiri. Namun usul tersebut ditolak oleh
pemerintah kolonial Belanda. Adanya kekecewaan terhadap keputusan pemerintah
Belanda tersebut, atas prakarsa Moh. Husni Thamrin pada tanggal 21 Mei 1939,
dibentuklah Gabungan Politik Indonesia (Gapi). Berikut ini ada beberapa alasan
yang mendorong terbentuknya Gapi :
Ø
Kegagalan
petisi Sutarjo. Petisi ini berisi permohonan agar diadakan musyawarah antara
wakil-wakil Indonesia dan Belanda. Tujuannya adalah agar bangsa Indonesia
diberi pemerintahan yang berdiri sendiri.
Ø
Kepentingan
internasional akibat timbulnya fasisme.
Ø
Sikap
pemerintah yang kurang memerhatikan kepentingan bangsa Indonesia.
Ø Tujuan Gapi adalah menuntut pemerintah
Belanda agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri, sehingga Gapi mempunyai
semboyan Indonesia Berparlemen. Tuntutan Indonesia Berparlemen terus
diperjuangkan dengan gigih. Akhirnya pemerintah Belanda membentuk
komisi yang dikenal dengan nama Komisi Visman
karena diketuai oleh Dr. F.H.Visman. Tugas komisi ini adalah menyelidiki dan
mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan. Namun, setelah melakukan
penelitian, Komisi Visman mengeluarkan kesimpulan yang mengecewakan bangsa
Indonesia. Menurut komisi tersebut, sebagian besar rakyat Indonesia
berkeinginan hidup dalam ikatan Kerajaan Belanda. Gapi menolak keputusan
tersebut, sebab dianggap hanya rekayasa Belanda dan bertentangan dengan
keinginan rakyat Indonesia.
PARTAI INDONESIA PARTINDO
Ketika Ir. Soekarno yang menjadi tokoh dalam PNI
ditangkap pada tahun 1929, maka PNI pecah menjadi dua yaitu Partindo dan PNI
Baru. Partindo didirikan oleh Sartono pada tahun 1929. Sejak awal berdirinya
Partindo memiliki banyak anggota dan terjun dalam aksi-aksi politik menuju
Indonesia Merdeka. Dasar Partindo sama dengan PNI yaitu nasional. Tujuannya
adalah mencapai Indonesia merdeka. Asasnya pun juga sama yaitu self help dan
nonkooperasi. Partindo semakin kuat setelah Ir. Soekarno bergabung ke dalamnya
pada tahun 1932, setelah dibebaskan dari penjara. Namun, karena
kegiatan-kegiatannya yang sangat radikal menyebabkan pemerintah melakukan
pengawasan yang cukup ketat. Karena tidak bisa berkembang, maka tahun 1936
Partindo bubar.
PARTAI INDONESIA RAYA PERINDO
Perjuangan radikal yang dilakukan oleh PKI, PI,
dan PNI mulai berakhir ketika pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan
terhadap sejumlah tokoh PNI. Di samping itu pemerintah kolonial di bawah
Gubernur Jenderal de Jonge melakukan pengawasan yang ketat terhadap
organisasi-organisasi yang ada pada masa itu. Melihat kondisi tersebut, para
tokoh pergerakan mengubah garis perjuangannya. Dari yang semula radikal dan
nonkooperasi menjadi moderat dan kooperasi dengan menempatkan wakilnya dalam
volksraad. Salah satu organisasi yang bersifat moderat adalah Partai Indonesia
Raya (Parindra). Parindra didirikan di kota Solo oleh dr. Sutomo pada tanggal
26 Desember 1935. Parindra merupakan fusi dan Budi Utomo dan Persatuan Bangsa
Indonesia (PBI). Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya.
PARTAI NASIONAL INDONESIA PNI
Berdirinya partai-partai dalam pergerakan
nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional
Indonesia (PNI). Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada
tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club.
Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks.
Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun
kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian
partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq
Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI
berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut :
PERHIMPUNAN INDONESIA PI
Pada tahun 1908 di Belanda berdiri sebuah
organisasi yang bernama Indische Vereeniging. Pelopor pembentukan organisasi
ini adalah Sutan Kasayangan Soripada dan RM Noto Suroto. Para mahasiswa lain
yang terlibat dalam organisasi ini adalah R. Pandji Sosrokartono, Gondowinoto,
Notodiningrat, Abdul Rivai, Radjiman Wediodipuro (Wediodiningrat), dan Brentel.
Tujuan dibentuknya Indische Vereeniging adalah untuk memajukan kepentingan
bersama dari orang-orang yang berasal dari Indonesia. Kedatangan tokoh-tokoh
Indische Partij seperti Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat, sangat
mempengaruhi perkembangan Indische Vereeniging. Masuk konsep “Hindia Bebas”
dari Belanda, dalam pembentukan negara Hindia yang diperintah oleh rakyatnya
sendiri.
PARTAI KOMUNIS INDONESIA PKI
Partai Komunis Indonesia (PKI) secara resmi
berdiri pada tanggal 23 Mei 1920. Berdirinya PKI tidak terlepas dari ajaran
Marxis yang dibawa oleh Sneevliet. Ia bersama teman-temannya seperti
Brandsteder, H.W Dekker, dan P. Bergsma, mendirikan Indische Social
Democratische Vereeniging (ISDV) di Semarang pada tanggal 4 Mei 1914.
Tokoh-tokoh Indonesia yang bergabung dalam ISDV antara lain Darsono, Semaun,
Alimin, dan lain-lain. PKI terus berupaya mendapatkan pengaruh dalam
masyarakat. Salah satu upaya yang ditempuhnya adalah melakukan infiltrasi dalam
tubuh Sarekat Islam. Infiltrasi dapat dengan mudah dilakukan karena ada
beberapa faktor berikut.
INDISCHE PARTIJ ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
IP didirikan
pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung oleh tokoh Tiga Serangkai, yaitu E.F.E
Douwes Dekker, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat. Pendirian IP
ini dimaksudkan untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi
orang-orang Indo dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya
keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan
Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indo). IP sebagai organisasi
campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari
benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama
dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
SAREKAT ISLAM ORGANISASI PERGERAKAN NASIONALISME INDONESIA
Pada mulanya Sarekat Islam adalah sebuah perkumpulan para
pedagang yang bernama Sarekat Dagang Islam (SDI). Pada tahun 1911, SDI
didirikan di kota Solo oleh H. Samanhudi sebagai suatu koperasi pedagang batik
Jawa. Garis yang diambil oleh SDI adalah kooperasi, dengan tujuan memajukan
perdagangan Indonesia di bawah panji-panji Islam. Keanggotaan SDI masih
terbatas pada ruang lingkup pedagang, maka tidak memiliki anggota yang cukup
banyak. Oleh karena itu agar memiliki anggota yang banyak dan luas ruang
lingkupnya, maka pada tanggal 18 September 1912, SDI diubah menjadi SI (Sarekat
Islam).
BUDI UTOMO ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL INDONESIA
Pada tahun 1906 Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo,
merintis mengadakan kampanye menghimpun dana pelajar (Studie Fund) di kalangan
priyayi di Pulau Jawa. Upaya dr. Wahidin ini bertujuan untuk meningkatkan
martabat rakyat dan membantu para pelajar yang kekurangan dana. Dari kampanye
tersebut akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo dengan
ketuanya Dr. Sutomo. Organisasi Budi Utomo artinya usaha mulia. Pada mulanya
Budi Utomo bukanlah sebuah partai politik. Tujuan utamanya adalah kemajuan bagi
Hindia Belanda. Hal ini terlihat dari tujuan yang hendak dicapai yaitu
perbaikan pelajaran di sekolah-sekolah, mendirikan badan wakaf yang mengumpulkan
tunjangan untuk kepentingan belanja anak-anak bersekolah, membuka sekolah
pertanian, memajukan teknik dan industri, menghidupkan kembali seni dan
kebudayaan bumi putera, dan menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan dalam
rangka mencapai kehidupan rakyat yang layak.
PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Pada
Juli 1942, Soekarno menerima
tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang
juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta,
dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943.
Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi,
tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang
tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan,
terlibat perbudakan seks,
penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya.
Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam
penguasaan Jepang. Pada
Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomomembicarakan
integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan.
MASUKNYA BANGSA ASING KE INDONESIA
Masuk Dan Berkembangnya Kekuasaan Bangsa Portugis Di
Indonesia
Masuknya :
Alfonso de Albuquerque,
menyerang Malaka dan berhasil menguasainya pada tahun 1511, dimana Malaka saat
itu diperkirakan memiliki banyak kekayaan berupa rempah-rempah. Di bawah pimpinan Francisco Serro sampai di Maluku
pada tahun 1512 tepatnya di ternate setelah sebelumnya singgah terlebih dahulu
di Gresik dan Banda. Portugis mampu menguasai Maluku
dikarenakan jasanya membantu Ternate mengalahkan Tidore.
ZAMAN KERAJAAN MAJAPAHIT
Majapahit adalah sebuah kerajaan
kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan pada masa kekuasaan
Hayam Wuruk yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Majapahit menguasai
kerajaan-kerajaan lain disemenanjung Malaya Borneo Sumatra Bali dan Filipina. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang
menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara
terbesar dalam sejarah
Indonesia. Kekuasaan terbentang di Sumatra Semenanjung Malaya Borneo
hingga Indonesia timur meskipun wilayah kekuasaan masih diperdebatkan.
Kamis, 27 November 2014
Sejarah Desa Genting (Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah Indonesia)
Pada awalnya desa genting kecamatan
cepogo ini merupakan basis pemukiman penduduk umat Hindu. Walau letak desa
cenderung dekat dengan candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah umat Budha,
namun pengaruh Hindu dari daerah prambanan lebih besar ada di desa Genting ini.
Hal ini di buktikan dengan adanya bangunan-bangunan berupa batu dan candi yang
kental dengan suasana Hindu di daerah dukuh Candi Petak, Desa Genting,
Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Walau banyak peninggalan Hindu di daerah
Desa Genting, kini mayoritas penduduk Desa Genting beragama Islam karena
mendapat pengaruh yang besar saat penyebaran agama Islam di Jawa pada Zaman
Wali Songo.
Langganan:
Postingan (Atom)