Kamis, 27 November 2014

Sejarah Desa Genting (Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah Indonesia)

Pada awalnya desa genting kecamatan cepogo ini merupakan basis pemukiman penduduk umat Hindu. Walau letak desa cenderung dekat dengan candi Borobudur yang merupakan tempat ibadah umat Budha, namun pengaruh Hindu dari daerah prambanan lebih besar ada di desa Genting ini. Hal ini di buktikan dengan adanya bangunan-bangunan berupa batu dan candi yang kental dengan suasana Hindu di daerah dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Walau banyak peninggalan Hindu di daerah Desa Genting, kini mayoritas penduduk Desa Genting beragama Islam karena mendapat pengaruh yang besar saat penyebaran agama Islam di Jawa pada Zaman Wali Songo.


            Saat penjajahan Belanda Desa Genting merupakan perkebunan Belanda luas dan dihuni oleh penduduk pribumi  yang bekerja di perkebunan tersebut. Pada zaman dahulu produksi cengkeh dan tembakau di daerah Desa Genting sangatlah tinggi. Hal tersebut masih terlihat hingga sekarang masih adanya perkebunan cengkeh dan kopi di Desa Genting ini walau kini mulai terkikis dengan perkebunan sayur.

            Pada masa setelah Indonesia merdeka, Desa Genting sempat menjadi sorotan Pemerintahan Indonesia karena merupakan daerah pemberontakan DI/TII basis Jawa Tengah. Desa Genting sempat di juluki daerah “X” karena menjadi ancaman yang amat serius bagi pemerintahan Indonesia pada waktu itu. Di Desa genting itu sendiri pernah terjadi pristiwa sejarah besar yaitu tertembak matinya Bupati Boyolali waktu itu yang juga sebagai anggota DI/TII di daerah Dukuh Candi Petak, Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali yang menandai berakhirnya Pemberontakan DI/TII di daerah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar