Menurut John Dewey, jika seseorang
dihadapkan pada suatu masalah, maka ia menghendaki adanya suatu jalan keluar
untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian dia akan menggunakan
kemampuan otak untuk memecahkan itu dengan jalan memanfaatkan pengetahuan,
pemahaman, dan keterampilan. Maka proses itu dinamakan dengan berfikir.
Kegiatan berfikir meliputi proses:
·
Menentukan
hukum sebab akibat
·
Pemberian
makna terhadap sesuatu yang baru
·
Mendeteksi
keteraturan diantara fenomena yang ada
·
Penentuan
kualifikasi
·
Menemukan
ciri khas suatu fenomena
Pengajaran
pendidikan ilmu sosial dapat dilakukan dengan studi kasus,
isu-isu kontroversial, serta konsep.
1.
Studi
kasus
·
Kasus
merupakan suatu peeristiwa, kejadian, fenomena/situasi tertentu yang terjadi di
tempat tertentu. Yang memiliki hubungan dengan aspek-aspek kehidupan manusia
dimasa lalu, masa kini, maupun dimasa yang akan datang
·
Pengajaran
studi kasus menuntut partisipasi aktif dari siswa dalam proses berfikir.
2.
Pengajaran
melalui isu-isu controversial
·
Isu
kontroversial
merupakan sesuatu yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok tetapi mudah
juga ditolak oleh orang atau kelompok lain yang membangkitkan kemampuan berfikir
seseorang.
·
Pengajaran
model ini sangat penting karena isu ini merupakan :
a. Sesuatu yang dapat dijumpai dalam
banyak kasus mengenai teori atau pendapat
b. Melalui isu ini dengan
pendapat yang berbeda
akan timbul pendapat baru yang dipandang lebih baik, melalui proses analogis
dan sintesis dalam berfikir.
3.
Konsep
·
Merupakan
abtraksi kesamaan karakteristik dari sejumlah benda, fenomena, atau stimulus
·
Dengan
mengajarkan konsep maka dapat dikembangkan kemampuan kognitif siswa dari yang
paling rendah hingga yang paling tinggi. Pengajaran ini dapat dilakukan melalui
dua pendekatan :
a. Pendekatan deduktif
b. Pendekatan induktif
KEMAMPUAN
PROSES DALAM PENGAJARAN ILMU-ILMU SOSIAL
Kemampuan proses merupakan kemampuan
seseorang dalam mendapat informasi, mengolah, menggunakan serta
mengkomunikasikan hasilnya. Kemampuan proses terdiri atas kemampuan:
·
Mengumpulkan
informasi data
·
Mengolah
informasi
·
Memanfaatkan
informasi
·
Mengkomunikasikan
hasil
Bentuk
pengajaran kemampuan proses antara lain :
1.
Pengajaran
Ilmu Sosial Dengan Problem Solving (Pemecahan Masalah).
Bermanfaat untuk mengembangkan
kemampuan siswa dalam mengidentifikasi, kemampuan berfikir alternative, dan
kemampuan mengambil keputusan daari alternative yang ada. Langkah-langkahnya:
·
Mengidentifikasikan
masalah
·
Pengembangan
alternatif
·
Pengumpulan
data untuk menguji alternatif
·
Pengujian
alternatif
·
Pengambilan
keputusan
2.
Pengajaran
Ilmu Sosial Dengan Inkuiri.
Proses ini berlandaskan masalah yang
ada dalam disiplin ilmu dan bukan pada masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajaran ini memperhatikan proses pengumpulan data dan pengujian hipotesis.
Langkah-langkahnya :
·
Perumusan
masalah
·
Pengembangan hipotesis
·
Pengumpulan
data
·
Pengolahan
data
·
Pengujian
hipotesis
·
Penarikan
kesimpulan
PENGAJARAN
NILAI DALAM PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL
Beberapa
model pengajaran nilai
1.
Bermain
peran
·
Merupakan
suatu proses belajar dimana siswa melakukan sesuatu yang dilakukan oleh orang
lain. Siswa mencoba berfikir , berperasaan, dan bertindak, bukan sebakai
dirinya sendiri melainkan sebagai orang lain yang diperankannya.
·
Bermain
pean merupakan suatu model pengajaran untuk mengembangkan sikap, nilai, dan
moral tertentu pada dirinya melalui peran yang dimainkannya.
·
Siswa
diminta untuk berfikir, bertindak, serta bersikapsesuai dengan nilai-nilai
moral yang diperankannya.
2.
Sosio
Drama (Drama Sosial)
·
Perbedaan
prinsip dengan bermain peran yaitu untuk bermain peran ruang lingkupnya lebih
luas. Sedangkan drama sosial hanya membatasi diri pada permasalahan yang
berkenaan dengan aspek-aspek sosial dalam masyarakat.
·
Drama
sosial merupakan suatu model pengajaran untuk mengembangkan sikap, niai, dan
moral tertentu pada diri siswa melalui peran yang dimainkan dalam suatu
peristiwa sosial tertentu.
·
Dalam
hal bermain drama sosial siswa dapat mengikuti nilai-nilai serta moral yang
berlaku pada dirinya di dalam melihat serta memcahkan masalah yang dihadapi.
PERENCANAAN
PENGAJARAN ILMU-ILMU SOSIAL
Faktor utamanya adalah faktor guru.
Sebagai tenaga professional, guru merupakan pemegang kendali utama dalam proses
pendidikan di unit pendidikan bahkan disuatu kelas. Dalam diri seorang guru
bergabung unsure kemampuan teknis professional dan unsure rofesi non teknis
dimana keduanya menunjukkan kualitas seorang guru.
Faktor
professional non teknis seorang guru antara lain :
·
Kemampuan
siswa
·
Keyakinan
diri seorang guru sebagai pendidik
·
Kreatifitas
guru
·
Kecintaan
guru terhadap disiplin ilmu yang
diajarkannya
Aspek profesional nonteksnis
merupakan aspek yang sukar dikembangkan karena berhubungan dengan masalah
kepibadian seorang guru. Aspek sosial nonteknis seorang guru adalah aspek yang
berkaitan dengan unsur-unsur afektif keprofesionalan seorang guru. Dalam aspek
ini yang menonjol adalah motivasi, rasa tanggung jawab, kesadaran profesi,
serta keinginan untuk melaksanakan profesi sebaik-baiknya.
EVALUASI
PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL
Evaluasi bertujuan untuk mengetahui
kualitas pendidikan, kemampuan siswa, dan proses belajar siswa. Dengan evaluasi
dapat diketahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran dan kekuatan /
kelemahan siswa dalam belajar.
·
Evaluasi adalah keputusan hasil belajar atau proses
belajar ilmu-ilmu sosial yang didasarkan atas standard an kriteria yang
digunakan sesuai dengan tujuan evaluasi
·
Tujuan
dari fungsi evaluasi adalah :
·
Untuk
menentukan tingkat keberhasilan yang telah dicapai dalam suatu kegiatan
pendidikan (fungsi sumatif)
·
Untuk
mengetahui kekuatan maupun kelemahan siswa dalam belajar dan mengetahui
kekuatan maupun kelemahan proses pembelajaran (fungsi formatif).
·
Alat-alat
evaluasi
Alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data dalam
suatu evaluasi:
·
Tes
(sebagai alat pengukur data. Tes tertulis dapat dikembangkan dalam bentuk soal
objektif maupun uraian)
·
Laporan
tugas siswa
·
Catatan
atau observasi guru atau siswa
·
Wawancara
interview
Tidak ada komentar:
Posting Komentar