A.
IDE PRODUK
Sejarah Berdirinya Kao di Indonesia
Pada
tahun 1887 Mr. Tomiro Nagase mendirikan Nagase shoten yang menjual
bermacam-macam barang di Jepang. Pada awalnya Mr. Tomiro Nagase bersama
perusahaanya hanya menjual barang saja bukan memproduksi barang. Hingga pada
tahun 1890 Nagase Shoten mulai mencoba memproduksi sabun ekslusif Kao Sekken
yang menjadi produk pertama bagi Nagase Sekken.
Pada
tahun 1902, Mr. Tomiro Nagase menyelesaikan pendirian pabrik pertamanya di
Jepang. Pabrik ini merupakan pabrik pertama Mr. Tomiro Nagase yang menangani
seluruh proses produksi dari persiapan bahan baku sampai pengemasan produk
akhir. Pabrik ini diberi nama oleh Mr. Tomiro Nagase Pabrik Ukechi. Selain
sabun Kao Sekken, pabrik ini juga mulai memproduksi cairan pelembab Nihachisui.
Pada
tahun 1923 Pabrik Tokyo Azuma (sekarang jadi komplek Sumida) mulai beroperasi.
Pabrik ini didirikan untuk menambah skala produksi karena memang ukuran pabrik
ini jauh lebih besar dari pabrik sebelumnya. Tak berhenti di sini, untuk
meningkatkan kualitas dan standarisasi produk maka pada tahun 1934 Nagase
Shoten mendirikan Laboratorium Ilmiah Pekerjaan Rumah Tangga sebagai sarana
penelitian yang mengambil pendekatan ilmiah tentang semua hal yang terkait
pekerjaan rumah tangga.
Mulai
awal tahun 1960 Nagase Shoten merubah nama produknya dari Nagase Soten menjadi
Kao Company. Dengan perunbahan nama itu Kao Company juga mulai melakukan
ekspansi usahanya dengan mendirikan beberapa pabrik di luar jepang untuk
memperluas pasar. Ekspansi di awali dari Thailand, Taiwan, Malaysia, hingga
Singapura. Pada tahun 1970, Kao Company mulai melakukan ekspansi ke Eropa yaitu
di Spanyol dan Jerman Barat banhkan hingga Amerika Serikat. Ekspansi Kao
Company tak berhenti sampai sini dan terus berkembang dari Asia, Eropa,
Amerika, Afrika, bahkan Australia.
Indonesia
juga merupakan salah satu neara yang menjadi daerah ekspansi Kao Company. Awal
Kao Company mendirikan perusahan di Indonersia pada tahun 1977 bertempat di Jl.
MT. Haryono kav. 39 – 40 Jakarta 12770 Indonesia.
Perusahaan
Kao Company sudah ada di Indonesia sejak 1985, namun belum ada pabrik yang
dibangun sehingga hanya mengandalkan impor saja untuk memenuhi kebutuhan
konsumen di Indonesia. Pada tahun 2013 Kao Company baru mendirikan pabrik di
Indonesia dengan nama PT. Kao Indonesia Chemicals di Jl. Jababeka VI/N-2, Kawasan
Industri Cikarang.
Kao
Company hadir di Indonesia dengan keyakinan bahwa bangsa yang bersih adalah
bangsa yang sejahtera. Dan cara hidup yang sehat adalah cerminan sebuah tingkat
kehidupan yang lebih baik. Pada tahun 1985 Kao Company membuat sebuah langkah
besar dengan menggandeng PT. DINO INDONESIA INDUSTRIAL Ltd. yang telah
memproduksi bubuk deterjen Dino sejak tahun 1969. Gabungan dua perusahaan ini
tetap bernama PT. Dino Indonesia Industrial Ltd. dengan perbandingan saham 50 :
50. Bersama PT. RODAMAS, KAO Corporation terus berusaha memasyarakatkan cara
hidup yang lebih bersih, lebih cantik dan lebih sehat. Pada tahun 1990,
dibentuklah PT. DINOKAO INDONESIA yang memasarkan produk-produk PT. Dino
Indonesia Industrial Ltd., dan di awal tahun 1997, PT. DINO INDONESIA
INDUSTRIAL Ltd., bergabung dengan PT. DINOKAO INDONESIA menjadi PT. KAO
INDONESIA.
Ide
Lahirnya Sabun Cair Biore
Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan
membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang
karena sejarah dan bentuk umumnya, bahkan Kao Company pada awalnya hanya
membuat sabun batang yang di beri nama Kao Sekken untuk memenuhi permintaan
pasar untuk sabun mandi. Karena perkembangan zaman, tekhnology dan permintaan
pasar untuk lebih steril dalam penggunaan alat kebersihan maka lahirlah sabun
cair Biore pada tahun 1997.
Dari segi tekhnologi sabun cair di
anggap lebih maju dari pada sabun batang karena manfaatnya yang di anggap lebih.
Jika diterapkan pada suatu permukaan kulit, air bersabun secara efektif
mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih maka sabun cair
dianggap lebih berkualitas dalam segi tekhnologi. Dari segi ke sterilan sabun
cair juga dianggap lebih steril dari sabun batang. Sabun cair selalu di letakan
pada kemasan yang berwadah sehingga menghindari kontak langsung dengan kulit
dan hal-hal di sekitarnya yang mengurangi kesterilan dari sabun tersebut. Dari
alasan-alasan tersebut maka diciptakanlah sabun cair biore untuk memenuhi
kebutuhan konsumen yang ingin lebih bermanfaat dan lebih steril.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar