Kamis, 27 November 2014

Analisis Ide Produk PT. Kao Indonesia ( Sabun Cair Biore )

A.    IDE PRODUK

Sejarah Berdirinya Kao di Indonesia
Pada tahun 1887 Mr. Tomiro Nagase mendirikan Nagase shoten yang menjual bermacam-macam barang di Jepang. Pada awalnya Mr. Tomiro Nagase bersama perusahaanya hanya menjual barang saja bukan memproduksi barang. Hingga pada tahun 1890 Nagase Shoten mulai mencoba memproduksi sabun ekslusif Kao Sekken yang menjadi produk pertama bagi Nagase Sekken.


Pada tahun 1902, Mr. Tomiro Nagase menyelesaikan pendirian pabrik pertamanya di Jepang. Pabrik ini merupakan pabrik pertama Mr. Tomiro Nagase yang menangani seluruh proses produksi dari persiapan bahan baku sampai pengemasan produk akhir. Pabrik ini diberi nama oleh Mr. Tomiro Nagase Pabrik Ukechi. Selain sabun Kao Sekken, pabrik ini juga mulai memproduksi cairan pelembab Nihachisui.
Pada tahun 1923 Pabrik Tokyo Azuma (sekarang jadi komplek Sumida) mulai beroperasi. Pabrik ini didirikan untuk menambah skala produksi karena memang ukuran pabrik ini jauh lebih besar dari pabrik sebelumnya. Tak berhenti di sini, untuk meningkatkan kualitas dan standarisasi produk maka pada tahun 1934 Nagase Shoten mendirikan Laboratorium Ilmiah Pekerjaan Rumah Tangga sebagai sarana penelitian yang mengambil pendekatan ilmiah tentang semua hal yang terkait pekerjaan rumah tangga.
Mulai awal tahun 1960 Nagase Shoten merubah nama produknya dari Nagase Soten menjadi Kao Company. Dengan perunbahan nama itu Kao Company juga mulai melakukan ekspansi usahanya dengan mendirikan beberapa pabrik di luar jepang untuk memperluas pasar. Ekspansi di awali dari Thailand, Taiwan, Malaysia, hingga Singapura. Pada tahun 1970, Kao Company mulai melakukan ekspansi ke Eropa yaitu di Spanyol dan Jerman Barat banhkan hingga Amerika Serikat. Ekspansi Kao Company tak berhenti sampai sini dan terus berkembang dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika, bahkan Australia.
Indonesia juga merupakan salah satu neara yang menjadi daerah ekspansi Kao Company. Awal Kao Company mendirikan perusahan di Indonersia pada tahun 1977 bertempat di Jl. MT. Haryono kav. 39 – 40 Jakarta 12770 Indonesia.
Perusahaan Kao Company sudah ada di Indonesia sejak 1985, namun belum ada pabrik yang dibangun sehingga hanya mengandalkan impor saja untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. Pada tahun 2013 Kao Company baru mendirikan pabrik di Indonesia dengan nama PT. Kao Indonesia Chemicals di Jl. Jababeka VI/N-2, Kawasan Industri Cikarang.
Kao Company hadir di Indonesia dengan keyakinan bahwa bangsa yang bersih adalah bangsa yang sejahtera. Dan cara hidup yang sehat adalah cerminan sebuah tingkat kehidupan yang lebih baik. Pada tahun 1985 Kao Company membuat sebuah langkah besar dengan menggandeng PT. DINO INDONESIA INDUSTRIAL Ltd. yang telah memproduksi bubuk deterjen Dino sejak tahun 1969. Gabungan dua perusahaan ini tetap bernama PT. Dino Indonesia Industrial Ltd. dengan perbandingan saham 50 : 50. Bersama PT. RODAMAS, KAO Corporation terus berusaha memasyarakatkan cara hidup yang lebih bersih, lebih cantik dan lebih sehat. Pada tahun 1990, dibentuklah PT. DINOKAO INDONESIA yang memasarkan produk-produk PT. Dino Indonesia Industrial Ltd., dan di awal tahun 1997, PT. DINO INDONESIA INDUSTRIAL Ltd., bergabung dengan PT. DINOKAO INDONESIA menjadi PT. KAO INDONESIA.

Ide Lahirnya Sabun Cair Biore
Sabun adalah surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Sabun biasanya berbentuk padatan tercetak yang disebut batang karena sejarah dan bentuk umumnya, bahkan Kao Company pada awalnya hanya membuat sabun batang yang di beri nama Kao Sekken untuk memenuhi permintaan pasar untuk sabun mandi. Karena perkembangan zaman, tekhnology dan permintaan pasar untuk lebih steril dalam penggunaan alat kebersihan maka lahirlah sabun cair Biore pada tahun 1997.

Dari segi tekhnologi sabun cair di anggap lebih maju dari pada sabun batang karena manfaatnya yang di anggap lebih. Jika diterapkan pada suatu permukaan kulit, air bersabun secara efektif mengikat partikel dalam suspensi mudah dibawa oleh air bersih maka sabun cair dianggap lebih berkualitas dalam segi tekhnologi. Dari segi ke sterilan sabun cair juga dianggap lebih steril dari sabun batang. Sabun cair selalu di letakan pada kemasan yang berwadah sehingga menghindari kontak langsung dengan kulit dan hal-hal di sekitarnya yang mengurangi kesterilan dari sabun tersebut. Dari alasan-alasan tersebut maka diciptakanlah sabun cair biore untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin lebih bermanfaat dan lebih steril.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar