Perjuangan radikal yang dilakukan oleh PKI, PI,
dan PNI mulai berakhir ketika pemerintah kolonial Belanda melakukan penangkapan
terhadap sejumlah tokoh PNI. Di samping itu pemerintah kolonial di bawah
Gubernur Jenderal de Jonge melakukan pengawasan yang ketat terhadap
organisasi-organisasi yang ada pada masa itu. Melihat kondisi tersebut, para
tokoh pergerakan mengubah garis perjuangannya. Dari yang semula radikal dan
nonkooperasi menjadi moderat dan kooperasi dengan menempatkan wakilnya dalam
volksraad. Salah satu organisasi yang bersifat moderat adalah Partai Indonesia
Raya (Parindra). Parindra didirikan di kota Solo oleh dr. Sutomo pada tanggal
26 Desember 1935. Parindra merupakan fusi dan Budi Utomo dan Persatuan Bangsa
Indonesia (PBI). Tujuan Parindra adalah mencapai Indonesia Raya.
Asas politik Parindra adalah insidental, artinya
tidak berpegang pada asas kooperasi maupun nonkooperasi. Sikapnya terhadap
pemerintah tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi, jadi luwes.
Tokoh-tokoh Parindra yang terkenal dalam membela kepentingan rakyat di
volksraad adalah Moh. Husni Thamrin. Parindra berjuang agar wakil-wakil
volksraad semakin bertambah sehingga suara yang berhubungan dengan upaya
mencapai Indonesia merdeka semakin diperhatikan oleh pemerintah Belanda.
Perjuangan Parindra dalam volksraad cukup berhasil, terbukti pemerintah Belanda
mengganti istilah inlandeer menjadi Indonesier.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar